Spiritualitas Memandang Hidup

Spiritualitas Memandang Hidup

Menjadi orang spiritual sinonim dari menjadi orang yang memiliki prioritas untuk mengasihi dan mencintai diri sendiri dan orang lain. Seorang spiritual peduli terhadap orang lain, hewan dan bahkan semesta. Secara umum, orang dengan spiritualitas adalah orang yang baik dan peduli. 


Para spiritualitas menjalani hidup mereka berdasarkan apa yang mereka yakini. Spiritualisme mempercayai bahwa percaya bahwa makhluk hidup dari dunia spiritual dan roh orang mati dapat berkomunikasi dengan orang yang hidup. 


Spiritualitas lekat hubungannya tentang awareness (kesadaran). Mereka memiliki kesadaran yang kuat mengenai Tuhan adalah Sang Sumber. Semua makhluk Tuhan saling terhubung satu dan lainnya menjadi sebuah kesatuan dan secara sadar menghormati hubungan tersebut. Seperti ketika ada bagian tubuh kita terluka, seluruh bagian tubuh ikut merasakannya. Begitu halnya kita dengan alam, tidak seharusnya manusia merusak alam tempat tinggalnya sendiri. Tidak seharusnya manusia satu dan yang lainnya saling melukai, membunuh, diskiriminasi, tidak peduli dan banyak hal buruk lainnya. 


Para spiritualitas menyadari bahwa setiap manusia mengalami proses pembelajaran dalam hidupnya. Kehidupan manusia ibarat sekolah, kita datang untuk belajar tentang makna dan tujuan hidup. Seperti di sekolah, ketika kita gagal untuk melalui sebuah ujian, maka kita akan mengulang ujian tersebut. Sampai saat kita dinyatakan lulus dari semua ujian dan kelas yang sudah kita jalani, saat itulah kita kembali kepada Sang Pencipta. Seorang yang terpenuhi kebutuhan spiritualnya mampu untuk menemukan arti tentang keberadaannya di hidupnya. Mampu mengartikan bahwa dari setiap penderitaan di dunia memiliki hikmah yang harus dipelajari. Menjalin hubungan harmonis berdasarkan cinta kasih dan keyakinan dengan semua makhluk hidup. Menghargai dan mencintai diri sendiri, memahami siapa dirinya sendiri.



Hal yang penting ketika mencari pencerahan spiritual adalah kita harus berjalan dengan cara kita sendiri. Menghadapi berbagai ujian yang disuguhkan kehidupan untuk menambah pengalaman hidup. Dari setiap pengalaman ini kita akan belajar menjadi orang yang menemukan pencerahan. Sebaiknya kita tidak mengikuti apapun atau siapapun yang membuat kita tidak nyaman atau yang bertolak belakang dengan keyakinan kita. Jika kamu ingin menjadi orang spiritual, biarkan ketulusan dan keikhlasan menjadi penuntun. Kebaikan terhadap diri sendiri, sesama manusia, dan semua makhluk hidup lainnya adalah salah satu caranya. Karena pada hakikatnya dalam masing - masing diri kita memiliki cahaya kasih yang bersumber dari Tuhan, dengan belajar menghormati kasih tersebut kita dapat memahami tentang kesatuan semesta.