Review ala - ala : The Nun

Review ala - ala : The Nun

Membuat sebuah spin off memang tidak mudah, alih – alih akan menjadi film yang memiliki relasi kuat dengan film induknya malah berujung menjadi sebuah pengkisahan yang tidak kokoh struktur critanya.

Dan ini terjadi di The Nun, film ini menurut saya kehilangan kontrol ceritanya sendiri dan menjadi bias fokus centralnya. The Nun seharusnya bisa menjadi sebuah origin yang hebat menurut saya jika merujuk kedalam universe The Conjuring karena tokoh yang diangkat memang sudah cukup dikenal terutama dengan segala memenya yang bertebaran di jagad internet dan justru memang ditunggu spin offnya.

Dia adalah Valak seorang iblis yang mencitrakan dirinya menyerupai seorang biarawati dengan wajah mirip gambaran wajah Marilyn Manson yang sudah dikenal akan terrornya kepada Lorraine dan berujung di kejadian Enfield Poltergeist (The Conjuring 2)

Spoiler alert ----



Diawali dengan terror iblis Valak di sebuah biara di pedalaman Romania yang sudah manghabisi semua biarawati yang ada disitu hingga yang paling akhirpun memutuskan untuk bunuh diri karena tidak rela tubuhnya menjadi “host” si iblis. Vatikan terusik untuk menyelidiki apa yang terjadi di biara tersebut dan mengirimkan Pastur Burke yang memang memiliki pengalaman dalam kancah exorcist dengan suster Irene biarawati bertalenta “khusus” tetapi belum ditakbiskan. Petualangan merekapun dimulai dengan ditemani seorang Frenchie petani muda lokal sesampainya di sana, sejalan itu terrorpun mulai menghantui dan hampir mencelakai mereka. Menuju paruh waktu cerita berubah fokus menuju pemecahan teka – teki segala apa yang terjadi di biara tersebut, kisah jati diri Valak mulai kabur dalam penceritaan dan hanya terpapar di sebuah dokumen yang dibaca oleh Pastur Burke.



Plotpun mengalir berganti dengan pengungkapan sejarah biara tersebut yang sebelumnya adalah tempat seseorang memanggil keluar Iblis melalu dasar bumi layaknya Kaiju sampai saya hampir berharap adanya Jaeger disitu. Dilanjutkan dengan perburuan Darah Suci Yesus sebagi kunci menumpas Valak ini yang akhirnya harus tunduk dikaki suster Irene. Yang sebelumnya didahului perjuangan melawan zombie (what’s zombie?!) lalu melewati barisan biarawati yang terdiam berdiri berkerudung menutup muka mengingatkan akan salah satu adegan di Insidious 2. The Nun ditutup dengan adegan kunci kenapa nanti Lorraine ini bisa ikut dihantui Valak.

Secara set film ini sudah sudah mewakili kata creepy tapi yang tidak berasa, hanya terlihat itupun cukup empuk dan jinak. Bahkan background musikpun tidak menolong untuk membuat kita tercekam serta minimnya jumpscare (atau memang disengaja) membuat semua berasa hambar. Tokoh utama di film ini tidak dibuild sedemikian rupa sehingga semuanya seperti tampil setengah matang di film terlepas Taissa Farmiga cukup stand out menampilkan sosok suster Irene.

Satu hal yang menarik dan membuat saya penasaran adalah Taissa Farmiga yang secara memang adik dari Vera Farmiga, muka mereka jelas mirip membuat saya berpikir ini disengaja untuk core cerita selanjutnya tentu saja masih dalam kaitan universe The Conjuring.

Tidak ada hal yang menolong film ini menjadi sedikit bright karena memang sejak awal kehilangan pondasinya ceritanya, dan juga saya seperti menonton petualangan seorang Indiana Jones dalam bentuk Pastur dengan partner seorang biarawati ketimbang sebuah film horror.

Sebagai hiburan film ini lumayan bisa sebagirekomendasi dan untuk point 4 / 10 saja , lalu sampai di sini dulu kita bertemu lagi di review ala – ala selanjutnya dengan korban yang lain.