Review ala - ala : Si Doel The Movie

Review ala - ala :  Si Doel The Movie

Berbicara nama Doel kita akan tertrigger akan sebuah tokoh anak keturunan Betawi yang sudah diangkat kisahnya sejak tahun 1970 kemudian berlanjut menjadi  perjalan panjang sebuah sinema elektronik berjudul Si Doel Anak Sekolahan. Yang hingga hari ini masih begitu banyak orang yang mencintai kisahnya hingga dijadikan sebuah counter kultur deretan FTV - FTV yang muncul saat ini yang menghembuskan cerita kebencian, perebutan wariasan dan azab mengerikan.

Betul Si Doel menawarkan sebuah kisah sederhana yang begitu dekat, lovable dengan romantika antara Sarah Doel Zaenab, loveable hingga celetukan - celetukan khas Betawi ketika Mandra berdebat dengan Babe Sabeni ataupun ketika Mandra terhasut rayuan Mas Karyo sampai gambaran kesetian dan kepatuhan seorang Mak Nyak. Semua ini dibalut dengan cantik sehingga kisah ini selalu dinantikan dari episode ke episode.

Kisah Si doel ini begitu dekat hingga bnayka orang merasa bahwa mereka ini nyata, bahwa si Doel ini ya Rano karno, Cornelia Agatha ya Sarah begitu juga yang lain. Banyak pemain utama di kisah ini yang sudah tiada seperti alm. Benyamin S,  Alm. Pak Tile, Alm. Basuki, hingga Pak Bendot dan memang tidak digantikan yang membuat kisah ini begitu nyata.

Sebentar sebelum berlanjut boleh saya jelaskan universe cerita Si doel ini (hahaha berlagak kaya film hero-hero) supaya yang belum mengenalnya dan membaca review ini tergelitik untuk menontonnya dari awal.

Pertama adalah Si Doel Anak Sekolahan : menceritakan episode Si Doel dari dia kuliah hingga menikahi Sarah.

Kedua adalah Si Doel Anak Gedongan : menceritakan masa Si Doel membangun keluarga dengan Sarah hingga munculnya konflik yang mengakibatkan Sarah meninggalkan Doel ke Belanda.

Ketiga Si Doel Anak Pinggiran : nah ini hanya tayang sebagai FTV spesial kalau tidak salah dan sekali tayang, di sini menceritakan masa Doel ketika ditinggalkan Sarah hingga ingin menghapus mimpi buruknya dan kemudian menikahi Zaenab di akhir cerita.

Si Doel Anak Gedongan dan Si Doel Anak Pinggiran inilah yang menjadi jembatan Si Doel The Movie.



Di Si Doel The Movie diawali dengan montase - montase dialog Babe, Mas Karyo , hingga Cang Rohim (Bapak Zaenab), ini dimaksud mungkin sebagai basic introduction bagi yang baru mengenal Si Doel. Di sini akan terdengan suara Bapak Zaenab yang menurut saya menjadi kunci salah satu alasan kenapa Doel akhirnya menikahi Zaenab.

Doel akhirnya ke Amsterdam atas undangan Hans (teman lama Doel) yang ditemani Mandra yang dengan pongahnya selalu pamer selfie ke Atun melalu ponselnya. Dibalik undangan ke Amsterdam ini ternyata ada Sarah yang ingin memperkenalpak Doel kepada anak kandungnya.  Kisahnya sudah cukup modern seperti Atun yang memergoki anaknya yang pulang malam karena sedang getol - getolnya main ke gamenet.

Mandra yang tingkah lakunya membuat highlight filmnya, lebih terasa lebih hidup, karena tentu saja konflik Sarah - Doel - Zaenab adalh drama yang cukup biasa.  Salah satu hal yang selalu ditunggu adalah adegan Mandra makan, kenapa begitu? karena setiap melihat Mandra menyantap makananya saya damn mungkin banyak orang tergugah selera untuk ikut makan.



Hormat untuk Aminah Cendrakasih yang masih dengan semangat besarnya ikut serta dalam film ini yang menurut cerita adegan Doel bertemu Nyak diambil jauh-jauh hari sebelum script film ini terbentuk utuh. Memang film ini ditutup sebuah kejutan kecil yang mungkin dijadikan landasan sekuelnya. Sinematografi film disajikan dengan indah dan baik, dialog-dialog ditampilkan dengan tertata, salah satu yang kurang dari film ini adalah  pacenya sedikit lambat tetapi menjadi seperti kejar target di menit-menit akhir.

Dengan nilai 8 dari 10 menurut saya dan sangat baik dijadikan sebuah hiburan keluarga.

Baiklah sampai sini dulu deh review ala-ala saya semoga ketika tulisan ini tayang dan mungkinn lho bisa menarik yang belum menonton.

Sampai ketemu di revie ala - ala selanjutnya.