Mengenal Sekilas Tentang SCRUM Beserta Kesaktiannya

Mengenal Sekilas Tentang SCRUM Beserta Kesaktiannya
Mengenal Sekilas Tentang SCRUM Beserta Kesaktiannya

Wassap gaes,

Salam mbatins. Berjumpa lagi dengan saya sobat bugar semua, pada kesempatan kali ini di hari yang cerah dan tidak mendung. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit ilmu yang saya dapatkan kepada kalian setelah bertapa beberapa bulan ini. Ilmu apakah itu gaees? Yaitu ilmu membelah diri (#eeeeehhh). Becanda tadi itu gaes, kali ini saya akan sedikit bercerita tentang apa itu SCRUM dan kehebatannya dalam meningkatkan produktivitas. Langsung saja mari kita pantengin.


SCRUM

Apa itu SCRUM? Apa yang terbesit dalam hati sanubari kalian gaes saat mendengar kata SCRUM? Apa mungkin ada yang masih tabu dengan kata itu? SCRUM pertama kali dipopulerkan dalam permainan Rugby. Mereka menggunakan metode ini sebagai strategi permainan untuk mencapai satu tujuan yaitu tentunya memperoleh sebuah kemenangan dalam pertandingan. Metode Scrum ini kemudian dianggap sangat effisien dan menjadi populer serta kemudian diterapkan dalam bidang Product Development.

SKRUHM

(noun) a Rugby play in which, typically, three members of each team line up opposite one another with a group of two and a group of three players behind them, making an eight-person, threetwo-three formation on each side; the ball is then rolled between the opposing front lines, the players of which stand with arms around a teammate's waist, meeting the opponent shoulder to shoulder, and attempt to kick the ball backward to a teammate.



Scrum pertama kali didefinisikan sebagai “strategi, pengembangan produk fleksibel holistik di mana tim pengembangan bekerja sebagai sebuah unit untuk mencapai tujuan bersama”, sebagai lawan dari “pendekatan tradisional, sekuensial” pada tahun 1986 oleh Hirotaka Takeuchi dan Ikujiro Nonaka dalam “The New New Produk Game Development“. Pada awal 1990-an, Ken Schwaber digunakan apa yang akan menjadi Scrum di perusahaan itu, Metode Pengembangan Lanjutan, dan Jeff Sutherland dengan John Scumniotales dan Jeff McKenna, mengembangkan pendekatan yang serupa di Perusahaan Easel dan adalah yang pertama untuk menyebutnya menggunakan single kata Scrum.

Scrum adalah sebuah metode iteratif yang termasuk dalam metode Agile tentang bagaimana cara kalian mengelola dan menjalankan sebuah proyek. Ini bisa digunakan untuk mengelola segala jenis proyek mulai dari pembuatan software, website, hardware, marketing, event planning, dan sebagainya. Scrum membantu untuk mengorganisir sebuah tim dan harus memiliki komunikasi yang kuat antar member tim tersebut. Ini adalah ide fundamental dari Scrum untuk sebuah project management.



Pada era perkembangan teknologi dan informasi saat ini yang serba cepat, informasi yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang bisa didapatkan hanya dalam sekejap mata saja. Hal ini mengakibatkan frekuensi tujuan dari beberapa pelaku bisnis menjadi cepat berubah, untuk menyesuaikan dengan target mereka dan kondisi pasar yang terjadi saat ini. Secara tidak langsung dampaknya akan sangat terasa pada product development dari pelaku bisnis tersebut.

Banyak perusahaan multinasional menginternalisasi atau mengadopsi teknik ini sebagai standar bekerja mereka, karena secara umum teknik Scrum berhasil membuat beberapa perusahaan menaikan omset karena sistem yang telah teruji ini. Teknik scrum membuat pekerjaan anda menjadi lebih tertata dan lebih detail. Namun segala sesuatu memiliki nilai plus dan minus, begitu juga dengan teknik scrum ini. Scrum menjadikan pekerjaan lebih rapi namun teknik ini tidak cocok diterapkan pada perusahaan jasa yang butuh deadline cepat. Scrum membuat pekerjaan menjadi lebih lama dalam estimasi waktu. Namun segala sesuatunya pasti dapat di selesaikan apabila sudah memiliki persiapan yang matang dari awalnya.



Metode Scrum ini berasal dari ide sederhana, yaitu terdiri dari 4 hal: Mengamati, Melakukan Orientasi, Membuat Keputusan dan Bertindak (Observe, Orient, Decide & Act). Berawal dari merencanakan apa yang akan dilakukan, lalu kerjakan. Cermati apakah hasilnya sesuai dengan apa yang anda inginkan. Tindak lanjuti temuan anda dan ubahlah cara kerja anda supaya lebih baik. Kemudian ulangi siklus tersebut secara berkala demi mencapai perbaikan yang berkesinambungan.

Scrum pertama kali dikembangkan oleh Ken Schwaber dan Jeff Sutherland. Dalam scrum framework, Ken Schwaber dan Jeff Sutherland menjabarkan peran, acara, artefak dan aturan main. Terdapat hal-hal  yang sangat fundamental dalam pembahasan tersebut yaitu: Actors, Artifacts & Conversations


The Actors
Maksud dari actors disini adalah semua pelaku yang terlibat dalam Scrum. Ada 3 pelaku utama dalam hal ini yaitu:

  • Product Owner (PO)
    Product owner bertanggung jawab untuk memaksimalkan nilai produk dan hasil kerja tim pengembang. Melakukan review terhadap hasil sprint, dan menyampaikan kebutuhan kebutuhan pokok dari project.
     
  • Scrum Master (SM)
    Scrum Master bertanggung jawab untuk memastikan Scrum telah dipahami dan dilaksanakan. Scrum Master melakukannya dengan memastikan Tim Scrum mengikuti teori, praktik, dan aturan main Scrum
     
  • Team Member (TM)
    Tim Member terdiri dari para professional yang bekerja bersama untuk menghasilkan potongan produk yang dirilis setiap akhir sprint.


The Artifacts
Maksud dari artifacts disini adalah semua artefak yang harus ada didalam Scrum. Ada 4 artefak dalam hal ini yaitu:

  • Burndown Chart
    Burndown Charts biasanya digunakan dalam Sprint Tracking.


  • Sprint Backlog
    Sprint Backlog adalah kumpulan item Product Backlog yang dipilih untuk Sprint, ditambah sebuah rencana untuk mengantarkan produk tersebut dan mewujudkan tujuan Sprint.

  • Product Backlog
    Product Backlog adalah daftar fitur yang dibutuhkan sebagai bagian dari produk akhir dan merupakan satu-satunya sumber persyaratan untuk setiap perubahan yang akan dilakukan pada produk yang akan di development.


  • User Stories
    User stories adalah deskripsi sederhana dan singkat dari fitur yang diceritakan dari prespektif orang yang menginginkan fitur baru, biasanya pengguna atau customer.


The Conversation
Maksud dari conversation disini adalah semua event yang terjadi didalam Scrum. Event-event tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sprint Planing
    Sprint merupakan aktifitas pengerjaan produk pada metodelogi Scrum. Umumnya setiap Sprint dilakukan dalam kurun wakktu 30 hari dan Sprint tidak dapat ditambah.

    Sprint Planning adalah aktifitas yang dihadiri oleh product owner, scrum master, dan scrum tim. Dalam aktififas ini product owner akan menjelaskan prioritas-proritas dari pekerjaan yang akan dilakukan. Aktivitas sprint planning sendiri terbagi dua yaitu:

    - Sprint Planning Part One adalah aktivitas mereview pekerjaan yang menjadi prioritas pada product backlog. Aktivitas ini lebih mengarah kepada menjelaskan apa yang diinginkan oleh Product Owner terhadap produk yang akan dibuat kepada scrum tim.

- Sprint Planning Part Two adalah aktivitas menjabarkan pekerjaan yang akan dilakukan dan tim akan memilih product backlog item mana yang akan dipilih dengan tujuan bahwa sprint tim akan berkomitmen dalam menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Setelah itu backlog item yang pilih akan di pecah-pecah menjadi beberapa sprint backlog dengan tujuan memaksimalkan waktu pengerjaan yang tepat waktu.



  • Standup Meeting
    Standup Meeting merupakan pertemuan yang rutin harus dilakukan perhari untuk evaluasi apa yang dikerjakan, hambatan yang ada dan target penyelesaian untuk bahan meeting selanjutnya. Dalam aktivitas ini kinerja tim akan diukur dengan menggunakan burndown charts dimana jika terjadi hambatan yang mengakibatkan pekerjaan harus dilakukan lebih lama maka garis burndown akan naik dan jika suatu pekerjaan selesai maka garis burndown akan turun sampai ke titik 0 yang menandakan seluruh pekerjaan telah selesai. Pada burndown charts terdapat idealized line yang mengindikasikan idealnya sisa waktu total pekerjaan yang harus dilakukan perharinya.


  • Sprint Review & Retrospektif
    Sprint review dan retrospektif adalah aktivitas mereview dan menginspeksi subuah produk.

Sprint Review melibatkan scrum team, sponsor, stakeholder dan customer. Dalam sprint review ini scrum tim akan mendemokan hasil pekerjaan mereka. Dari demo ini akan diasilkan feedback yang berguna untuk proses scrum selanjutnya.

Sprint Retrospektif adalah aktifitas mendiskusikan apa saja yang tidak jalan pada Scrum dan terkait pembahasan secara teknis. Tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi terhadap tim scrum. Setelah sprint retrospektif selesai, seluruh fase akan diulangi kembali dimuali dengan sprint planning untuk sprint berikutnya. Keseluruh fase ini dapat diulangi sampai project selesai.



Kelebihan & Kekurangan SCRUM

Kelebihan Scrum

  • Keperluan berubah dengan cepat.
  • Tim yang berukuran sangat kecil  tapi efisien sehingga komunikasi lancar, mengurangi biaya dan memberdayakan satu sama lain. 
  • Pekerjaan terbagi-bagi sehingga dapat diselesaikan dengan cepat. 
  • Dokumentasi dan pengujian terus menerus dilakukan setelah software dibangun.
  • Proses Scrum mampu menyatakan bahwa produk selesai kapanpun diperlukan.

Kekurangan

  • Developer harus selalu siap dengan perubahan karena perubahan akan selalu diterima.


 

Bagaimana menurutmu gaes? Apakah mumet? Iya pastinya, karena sayapun mumet dalam menulis artikel ini sampai harus membaca bukunya sebagai tuntunan menulis (hehehehehe). Tapi jujur saya sendiri takjub dengan metode Scrum ini yang sudah terbukti dapat meningkatkan produktivitas sampai dua kali lipat dengan kurun waktu relatif singkat.

Mungkin hanya itu saja yang bisa saya bagikan pada kesempatan ini. Mohon maaf bila ada banyak kurangnya atau mungkin banyak salahnya, karena sayapun masih dalam proses belajar dan menggali hal-hal yang belum pernah saya temui dan ketahui.

If you never try you'll never know :)

 

Jangan mbatin sendirian.

 

Referensi:

  • SCRUM, Meningkatkan Produktivitas Dua Kali Lipat dalam Waktu Setengahnya Saja (Karya Jeff Sutherland. 2017)