Mengapa Pelaku Startup adalah Pasangan Ideal

Mengapa Pelaku Startup adalah Pasangan Ideal
Mengapa Pelaku Startup adalah Pasangan Ideal

Definisi tentang pekerjaan ideal belakangan ini telah berubah. Dulu, working hours 8-5 setiap hari, outfit yg rapi jali, tempat kerja di gedung bertingkat yang minimal ada fingerprint untuk absensi dinilai sebagai sesuatu yg ideal. Sekarang, jam kerja yg flexible, outfit seadanya, tempat kerja di working space/coffee shop kekinian/bahkan di rumah adalah definisi baru dari pekerjaan ideal menurut kaum milenial. Sayangnya, definisi baru ttg pekerjaan ideal ini seringkali tidak berlaku lintas generasi, pasalnya teori diatas tidak berlaku untuk profesi idaman keluarga ketimuran  (baca: PNS).


Perubahan trend pekerjaan ini banyak dipengaruhi oleh mudah dan terjangkaunya akses internet saat ini yang merangsang banyaknya perusahaan startup atau perusahaan rintisan, rintisan yang dimaksud tentu saja perusahaan yang baru memulai proses pengembangan produk, riset pasar dan menggunakan inovasi teknologi sebagai core bisnis bukan rintisan kenikmatan.


Untuk beberapa orang, bekerja di dunia startup merupakan pekerjaan idaman, ya walaupun menurut Forbes, 90% startup bakal gagal, tapi sebagai generasi milenial yang membawa misi mulia sebagai agent of change sudah seharusnya resiko apapun dihadapi ( termasuk bekerja over time tanpa dibayar, Investor kaya pacar yang banyak menuntut, Product Owner yang manja, eh.. )

Selain itu, mereka juga mempunyai potensi menjadi pasangan yang ideal loh, simak beberapa alasannya:


1. Multi tasking



Ya, dunia startup sangat familiar dengan multitasking karena alasan efisiensi staff, misal Tester merangkap Project Manager dan General Affair atau CTO merangkap Hardware Expert dan IT support. Karena kebiasaan multitasking, dia bakal terbiasa jadi pacar, sekaligus sopir, body guard, tukang pijat, tukang kebon, tukang gali kubur dan tukang tukang yang lain.


2. ( Terlihat ) Smart

Pelaku startup sering terlihat smart, seolah-olah memiliki jawaban dari semua pertanyaan, mulai dari pertanyaan serius seperti bagaimana terbentuknya big bang ( tunggu, big bang yang ini bukan sekumpulan pria yang berjoged sambil memperlihatkan belahan dada rendah ) sampai pertanyaan receh seperti mengapa toko 24 jam memiliki kunci di pintunya jika mereka buka 24 jam sehari 7 hari seminggu. Sebenarnya tingkat pengetahuan umum mereka sama dengan orang kebanyakan, tapi karena mereka lebih terbiasa menggunakan mesin pencarian seperti google, bing ( eh, ada gitu yang make bing? ) jadi keyword yang digunakan lebih tepat.


3. Setia

Banyak pasangan yang bertahan lama karena faktor salah satu pasangannya adalah pelaku startup, sebenarnya hal ini karena mereka terlalu sibuk dengan pekerjaan dan hampir tidak memiliki kehidupan diluar pekerjaan mereka jadi bisa memiliki waktu dengan 1 pasangan mereka saja sudah terdengar seperti keajaiban, jadi jangan sering-sering diomelin tuh kasian.


4. Pengatur keuangan yang baik

Biasanya kalo orang sedang berada di fase awal bisa mencari uang secara mandiri sebagian besar memiliki kecenderungan untuk manghabiskannya untuk hal yang bersifat tersier, seperti konsol game, action figure, die-cast atau traveling tapi pelaku startup akan lebih bijaksana mengatur keuangannya, karena sekali lagi mereka tidak ada waktu untuk bisa memainkan game berjam-jam, hunting koleksi die-cast atau action figure.


Gimana, menarik bukan memiliki pasangan pelaku startup? Kalau tertarik, bakal susah kalian nemuin mereka di sosmed semacam IG, twitter atau facebook coba aja cari di linkedin kalian malah skalian bisa tau history kerjanya atau kalau mau lebih ekstrim coba search aja profil github.